Cari Blog Ini

Minggu, 07 September 2014

Metodologi Allah SWT Dalam Mendidik Manusia

Bismillah ....,
Metodologi yang merupakan bentuk jamak dari metode memiliki arti cara dan/atau perlakuan tindakan. Metode berasal dari bahasa Yunani 'metodos' dan 'logos', kata ini terdiri dari dua suku kata yaitu 'metha' yang berarti melalui atau melewati dan 'hodos' yang berarti jalan atau cara. Setiap individu hidup dalam koridor pendidikan Tuhan [Alloh SWT]. 
Yang kita sadari manusia dididik dan diajarkan oleh manusia; diajar & dididik oleh orang tua sejak masa kecil, diajar dan dididik oleh manusia lain di ranah pendidikan untuk pencapaian simbol pengajaran & pendidikan manusia yaitu gelar pada tingkatan. Gelar tingkatan tamatan SD, tamatan SLTP, tamatan SLTA, tamatan Sarjana Strata 1, Sarjana Strata 2, Sarjana Strata 3 (Doktoral), bahkan sampai taraf Professor yang dianggap menjadi akhir tingkatan. Padahal pada kenyataannya, tingkatan gelar tertinggi manusia akan dicapai 'bukan' pada wisuda manusia, namun akan digelar wisuda setelah pemberian gelar oleh Sang Maha Pencipta.  Gelar dari manusia dicapai setelah menyelesaikan suatu karya ilmiah, penelitian dan/atau penemuan tersendiri yang akhirnya akan diujikan pada suatu waktu dinamakan 'Sidang'.  Demi meraih sebuah gelar, manusia kerap lupa dan berbangga pada hakekat 'Siapa dia?', 'Berasal dari mana', dan 'Akan pulang kemana'. Bahkan tak jarang karena pencapaian gelar yang diperolehnya, sang manusia berbangga diri atas manusia lainnya. Mestinya ia ingat bahwa ia masih mengikuti pembelajaran/pendidikan dari Tuhan untuk mencapai gelar pamungkasnya yang akan disandang di batu nisannya sendiri.
Gelar Almarhum (Alm.) dan Almarhumah (Almh.) yang kemudian akan diikuti sidangnya di Alam Barzah.
Cara Tuhan dalam mengajar & mendidik insannya sangat beragam:
* Dari sedekah, Tuhan tawarkan kelapangan_ dari sedekah pula tersirat ujian Keyakinan kita atas JANJI-Nya;
* Pada Sujud, Tuhan tawarkan konsesi peretas kesukaran melalui Ridho-Nya;
* Atas Ibu, Tuhan pancarkan Barokah-Nya;
* Melalui Kalam-Nya, tersurat paparan nyata Rahasia Hidup dalam Kehidupan untuk Berkehidupan;
* Dari Shalawat atas Junjungan Alam Habibana Wa Nabiyana Muhammad SAW, Tuhan sematkan uraian Ketenangan.

Perjalanan hidup banyak memberikan tafakur dan tadabur. Begitu banyak manfaat dan/atau kegunaan dari dua konteks kata tersebut dalam menjalani hidup. Kedua hal tersebut merupakan sebuah metode untuk mensyukuri nikmat yang telah Tuhan ciptakan. 
Mudah-mudahan Tuhan terus memberikan ke-istiqomah-an pada kita semua dalam hidup ini. Untuk terus berpegang teguh pada buku petunjuk hidup (Al-Qur'an). Buku petunjuk kan gak cuma alat elektronik doang. hehehe...
Alhamdulillah satu di antara cara Tuhan mendidik ialah mengarahkan ane buat nyiramin hati/spiritual biar adeeeeeeem kaya es nongnong. Ane seneng banget dengerin siraman rohani Kiayi Haji Yusuf Mansur. Menurut ane, harusnya beliau jangan dipanggil ustad melulu, karena beliau dah ilmu yang cukup dengan level kiayi. Syukron pak Kiayi Yusuf Mansur atas pencerahannya yang suka ane puter via mp3. Naaah ... kalau sobat pengen dengerin juga, tinggal sedot aja mp3-nya di sini.
Atau kalau mau lebih lengkap, langsung di terasnya beliau di sini
Mudah-mudahan link di atas bisa jadi saksi buat di Yaumil Akhir sebagai suatu kebaikan. Aamiin Allohumma Aamiin. Wassalam ....

Percaya dan Yakin

Bismillah ....
Assalammu'alaikum wr.,wb.,
Hidup ... ohh hidup... semua berkepentingan untuk hidup. Semua kerja keras untuk hidup. Kerja keras untuk berkehidupan dalam hidup. Semua cara diusahakan untuk dicapai, apapun caranya. Sampai Tuhan (Allah SWT) kerap disisihkan, dianggap tak pernah ada pengaruhnya. Mengapa seperti itu??
Semua berharap sukses. Timbul tanya sangat dalam. Emang mau cari apa sebenarnya dalam hidup ini? Yah ... jawabannya semua ingin 'BAHAGIA' ...!
Apa & di mana koridor Bahagia itu? Seperti apa 'BAHAGIA' itu?
Apa yang sebenarnya kita cari? Yang nganggur bilang, "Aku ingin Kerja ..!"
Yang sedang bekerja, "Aku ingin Kaya ...!!".
Yang sedang Kaya, "Aku ingin Bahagia ...!"
Loooh .... bukannya kalau udah 'Kaya' dah tentu bahagia? Apa lagi yang kurang? Apa lagi yang dicari? Apa lagi yang ingin dicapai?
Kodrat manusia tak pernah ada puasnya, selalu kurang ... kurang ... kurang ..., dan kurang.
tak akan pernah ada kata bahagia. Bahagia yang tak terbatas ialah ketika bersyukur atas apa yang kita punya. Berbagi dengan sesama merupakan sebuah kebahagiaan juga, kalau dalam kutipan lagu Bang Iwan Fals "Keinginan adalah sumber penderitaan. Tempatnya di dalam pikiran. Tujuan bukan utama. Yang utama adalah prosesnya. Kita Hidup mencari bahagia. Harta dunia kendaraannya. Bahan Bakarnya budi pekerti. Itulah nasehat para Nabi.Ada benarnya nasehat orang-orang suci, memberi itu tenangkan hati. Seperti Matahari yang menyinari bumi"
Tenang ... dan Tenang lah. Ubah dan ganti Percaya sama Tuhan menjadi Yakin pada-Nya.
Semua jawaban, semua obat ada padanya. Kewajiban kita hidup tuk beribadah. Jalankan dulu perintahnya, benahi teruuuuuuuuuusss... Insya Alloh tenang hidup kita.